News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Sekertaris Jenderal Kemenimipas Puji Ketahanan Pangan Lapas Garut Sudah Terpola Dikelola Profesional

Sekertaris Jenderal Kemenimipas Puji Ketahanan Pangan Lapas Garut Sudah Terpola Dikelola Profesional

LintasBuana  -  Garut - Sekretaris Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Dr. Asep Kurnia, S.H., M.H., terpantau langsung meninjau  perkembangan Lapas Garut, terutama mengenai program ketahanan pangan yang terintegrasi, seperti peternakan domba Garut dan lainnya untuk warga binaan Lapas Garut. Hasilnya dalam agenda tersebut Sekjen  Kemenimipas mengapresiasi kinerja dari Lapas Garut tersebut dengan menyebut, bahwa di Lapas Garut sudah terpola. Berarti  sudah dikelola dengan profesional.

Acara Giat Penguatan Sekjen Kemenimpas tersebut berlangsung pada Minggu, 19 Januari 2025, mulai pukul 09.45 WIB sampai dengan selesai bertempat  di  Lapas Kelas II A Kabupaten Garut Kecamatan Tarogong Kidul.

“Tadi Saya lihat, ada hasil warga binaan, 
Saya lihat tadi, program ketahanan pangan sudah diintegrasikan dengan memanfaatkan lahan-lahan yang ada di sekitaran Lapas,” kata Asep Kurnia.

Sebelumnya, ujar Asep mungkin di sekitaran Lapas  bagian dalam dan luar ada suatu area gelanggang yang jarang digunakan.

Dikatakannya, setelah keliling Lapas dan melihatnya ada  peternakan domba Garut, ia mengatakan, bahwa Domba Garut itu rencananya oleh Bapak Menteri akan diperbesar lagi di Nusakambangan. 

“Karena Nusakambangan itu, nanti selain tempat warga binaan lembaga pemasyarakatan, juga akan dijadikan pusat pelatihan bagi warga binaan, maupun bagi pegawai,” tuturnya.

Nanti di sana, sambungnya, akan ada pusat-pusat pelatihan, diantaranya ada pusat pelatihan pertanian (perikanan dan peternakan), salah satunya  adalah peternakan domba Garut.

“Saya lihat ada sekitar 400 ekor domba Garut. Terlihat ada yang sudah beranak. Itu luar biasa. Di sini sudah terpola. Berarti ini sudah dikelola dengan profesional,” ungkapnya.

“Ketika saya tanya terkait dengan hal itu, ternyata Lapas Garut bermitra. Jadi memang dukungan dari mitra itu penting. Karena terus terang saja teman-teman susah untuk melakukan pemasaran. Nah, ketika kita punya mitra, dan kita punya SDM (Sumber Daya Manusia) yang cukup, dan bisa menghasilkan untuk warga binaan,” ungkapnya.

Selain itu, sewaktu ditanya kepada warga binaan, sebagai pengrajin keset, ternyata satu Minggu dari upah kerjanya mendapat 200 ribu. Itu bukan lumayan lagi, di samping dapat hasil, makan, juga dapat keahlian. “Dan keahlian itu harus disertifikasi, sehingga ketika sudah keluar, ia bisa melanjutkannya,” tegasnya.

Berikutnya ia juga menyampaikan mengenai hal pemasaran di lingkup Lapas. Menurutnya, pemasaran di Lapas itu yang paling gampang untuk warga binaan itu sendiri. 

“Pak Mentri cuma menargetkan dari 5 persen anggaran itu harus mempergunakan model ketahanan pangan yang ada di dalam, seperti kebutuhan ikan maupun sayuran dari dalam sehingga anggarannya terserap,” kata Asep Kurnia.

Ia menjelaskan, untuk program ketahanan pangan dari Dirjen Pemasyarakatan sudah membikin pedoman, seluruh Lapas sesuai dengan kemampuannya, wajib untuk itu. Misalnya tadi bisa menyerap produk-produk dari Lapas itu untuk keperluan pembinaan. 

“Kita juga sudah membuat suatu aturan, minimal 5 persen dari anggaran harus mengambil produk-produk itu dari dalam,” terangnya.

“Mudah-mudahan Lapas ini menjadi percontohan. Lapas Garut ini sudah istimewa, seperti Dapur Sehat H2O sudah jadi percontohan Nasional, dari mulai penyajian Bama hingga perabotannya semuanya sudah stainless steel. Ini menjadi prestasi untuk Garut, dan ini sudah dikunjungi oleh Dirjen sebelumnya,” puji Asep Kurnia tandanya.

“Nanti kita lihat lagi, bagaimana perkembangannya. Kita menginginkan dalam proses Ketahanan Pangan di Lapas Garut ini terintegrasi,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Dr. Asep Kurnia, S.H., M.H., seusai berkeliling  meninjau Lapas Kelas II A Kabupaten Garut,
H. Deden S 

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar